Thursday, 17 April 2014
HOME

Online

PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini13
mod_vvisit_counterKemarin107
Pemetaan Detil

Citra satelit saja belum cukup untuk dapat menyajikan informasi yang diperlukan oleh pengguna. Citra/ data raster ini akan jauh lebih bermanfaat apabila digunakan untuk menggali informasi yang lebih bersifat kwantitatif/terukur dengan angka dan statistik. Hal ini dapat dilakukan dengan dengan cara yang lebih mudah pada jenis data vektor. Proses mengubah data raster menjadi data vektor dengan cara seleksi informasi dinamakan pemetaan. Seleksi dimaksudkan untuk memilih aspek visual mana yang penting dan tidak penting bagi pengguna, informasi yang penting kemudian dideliniasi menjadi obyek garis, titik, dan poligon sedangkan informasi yang tidak penting tidak dilakukan deliniasi.

Peta vektor yang sudah dinyatakan dalam obyek garis memuat informasi tentang dimensi panjang dan lebar, obyek polygon memuat informasi tentang luas, sedangkan titik memuat informasi tentang jumlah obyek. Tiap obyek data vektor dapat ditambahkan dengan identitas tertentu yang dapat diakses dengan mudah dari berbagai perangkat lunak pengolah database.

Aplikasi pemetaan detil dapat dimanfaatkan untuk penghitungan aset,monitoring kondisi aktual lahan, identifikasi tipe dan kerapatan vegetasi, dan sebagai masukan sebelum perencanaan detil sipil. Hasil pemetaan detil dapat diperoleh penghitungan tentang luasan area, panjang, populasi, kerapatan, sekaligus distribusi spatialnya. Misalnya luas bloking kebun atau bangunan, luas genangan, panjang jalan pengurukan dan panjang jalan penimbunan (dimensi cut & fill), jumlah pohon, jumlah bangunan, kerapatan pohon, kerapatan bangunan, sekaligus distribusinya secara spatial.

Lihat Detail

Sample Penggunaan Lahan Detil